Terimakasih Kepada Para Pembina kami, yang telah memberikan Bimbingan dan Arahan selama ini
23.10

KLARIFIKASI

|


Saya, Sekretaris BPH Anofuloa Mahasiswa Telukdalam (AMADA) mewakili seluruh kawan2 BPH AMADA memohon ma’af yang sebesar-besarnya kepada seluruh Pihak yang terkait atas batalnya Rencana Kegiatan “Pentas Seni dan Budaya” yang rencananya diselenggarakan pada tanggal 21-22 Mei 2011 di Lapangan UNIKA St. Thomas Medan.

Sejak awal terbentuknya organisasi ini, kita semua tau bahwa kita memiliki cita-cita yang luhur untuk Daerah asal kita. Demikian juga untuk organisasi kita itu sendiri. Perjuangan pun telah kita tempuh bersama, mulai dari perdebatan visi dan misi, tujuan organisasi hingga target-target yang akan kita tempuh. Masing-masing kita pun mempunyai rencana-rencana yang indah untuk kegiatan organisasi AMADA, yakni salah satunya rencana kegiatan pentas seni dan budaya. Namun apa daya, kita adalah manusia biasa, “Manusia yang merencanakan Tuhan menentukan” demikianlah pepatah klasik yang sering kita dengar.

Suatu hari sebelum rencana ini di lemparkan ke forum, kami dari BPH mengunjungi salah seorang Penasehat kita, yaitu Bapak Aliozisokhi Fau, S.Pd. Beliau adalah seorang mantan anggota DPRD Tk.I SU TA.2004/2009. Setelah pensiun dari jabatannya, beliau membentuk sebuah lembaga yang diberi nama “FURAI (Futi Rai Ana’a)” lembaga tersebut bergerak sepenuhnya dibidang Kebudayaan. Sejak tahun 2007 hingga sekarang lembaga ini telah membuat beberapa ivent besar yang salah satunya adalah Lomba Vocal Solo Tingkat Profinsi pada tahun 2007 silam. Sebuah karya Putra Telukdalam yang patut kita banggakan.

Kedatangan kami kerumah beliau adalah untuk meminta nasehat sekaligus petunjuk berhubung organisasi AMADA sendiri baru dibentuk. Sepanjang dialog yang terjadi, muncul ide dari beliau agar organisasi AMADA melakukan sebuah acara yang berhubungan dengan kebudayaan. Acara tersebut adalah: Pertandingan Hombo Batu (Lompat Batu) dan Famanu-manu (Salah satu bagian dari Tari perang), yang ketepatan pertandingan tersebut belum pernah diadakan khususnya di kota Medan. Acara tersebut nantinya akan bekerjasama dengan lembaga yang dipimpin oleh beliau. Disana Bapak Aliozisokhi Fau akan membantu dalam hal pendanaan senilai Rp.15.000.000.- (Lima Belas Juta Rupiah) baik dalam bentuk tunai maupun dalam bentuk barang. Menurut beliau, sumber dana tersebut berasal dari bantuan Tahunan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi kepada Lembaga Furai, sehingga dengan diadakannya kegiatan tersebut nantinya maka akan menjadi bagian dari laporan kegiatan tahunan lembaga Furai ke Pemerintah untuk bantuan dana berikutnya.

Mendengar hal tersebut, kami pun langsung antusias. Tidak berselang waktu yang lama, rencana ini pun kami rembukkan dan kemudian melanjutkannya ke Forum AMADA. Kami masing-masing pribadi tidak memiliki keraguan sama sekali terhadap rencana kegiatan ini, sebab selain kesepakatan tersebut telah ditandatangani diatas materai, beliau juga telah sering memberikan bantuan di banyak kegiatan yang diadakan Mahasiswa. Terlebih beliau adalah mantan wakil rakyat yang tidak mungkin akan mengecewakan.

Setelah semua telah diperjelas di Forum AMADA, kamipun segera bergegas, membentuk panitia dan menyusun semua rencana kegiatan hingga sempurna. Kami juga menjumpai Para Pembina AMADA yang lainnya, antara lain: Bapak Penyabar Nakhe, Bapak Restu Sarumaha, Bapak Kolonel Hidayat Manao, Bapak Turunan Gulo, Bapak Siado Zai, Bapak Yasarotodo Fau, Prof. Maidin Gultom, dan masih banyak lagi lainnya.

Topik pertemuan kami dengan Para beliau adalah Sudah tidak ditingkat perkenalan Organisasi lagi melainkan Membahas tentang Rencana Kegiatan AMADA. Dengan penjelasan yang cukup panjang, rencana itupun mendapat dukungan. Saya bahkan masih ingat ketika Bapak Penyabar Nakhe mengatakan: “Organisasi AMADA adalah eksekutornya” yang artinya bahwa Seharusnya belum layak organisasi ini melaksanakan Kegiatan Sebesar seperti yang direncanakan, namun karena semangat yang kami tunjukan bahwasanya kami mampu melaksanakannya, maka beliaupun merespon semangat itu dengan dukungan penuh.

Hari lepas hari, hari-‘H’ kegiatan pun semakin dekat. Bersama-sama kami datang menjumpai Bapak Aliozisokhi Fau, berharap janji beliau untuk memberikan dana sudah bisa kami terima, sebab tanpa dana awal tersebut kami tidak berani untuk menjalankan ‘Proposal’, manakala nantinya kami telah mendapatkan sejumlah uang dari hasil proposal, sementara dana dari Pak Alio tidak ada, maka besar kemungkinan acara pun “Pasti Batal”. Dan benar dugaan kami, setiap kami menjumpai beliau jawaban yang kami terima tetap sama: “Minggu depan, minggu depan, dan minggu depan”, demikian seterusnya hingga hari-H pun tiba. Setiba waktunya bapak Aliozisokhi Fau mengatakan: “Bahwa dana yang dijanjikannya belum dicairkan dari Pemerintah”. Wow…. Benar-benar LUAR BIASA… disana kami sangat dan sangat merasa Terpukul, dan Kesal bercampur kecewa dan marah, sebab kami tidak menyangka hal ini bisa terjadi, kami mau jawab seperti apa ke semua Anggota AMADA, kami mau jawab seperti apa ke semua Pembina AMADA yang telah kami jumpai sebelumnya??? Pastinya Kami akan Kehilangan Muka di semua pihak yang terkait.

Sangat disayangkan, kami yang telah termakan janji akhirnya berada di posisi “Terjempit”, apalah daya sebagai seorang manusia biasa, hari-hari pun kami habiskan dirumah masing-masing tanpa pernah keluar rumah lagi, bersembunyi dari masalah, berharap masalah akan selesai dengan sendirinya…. Namun tidak, kemudian kami berpikir bahwa masalah ini tidak selesai begitu saja kalau tanpa usaha dan perbuatan, Sehingga akhirnya saya memutuskan untuk menulis Artikel Klarifikasi ini, berharap semoga kami bisa dima’afkan oleh semua pihak yang terkait, berharap rasa kecewa seluruh Sahabat kami, Para Pembina Kami, dan Juga Rasa Kecewa kami dapat termaafkan.

Disini kami sama sekali tidak mempunyai niat buruk/ negatif kepada Bapak Aliozisokhi Fau, Namun kami juga tidak mau terus berada diposisi “Terjempit” seperti sekarang ini, kami tidak mau menjadi objek yang tidak dipercaya oleh orang lain lagi dikemudian hari, yang notabene kamipun merasa telah sangat dan sangat kecewa, namun sekali lagi manusia yang merencanakan, Tuhan yang menentukan. Bahkan sebelum saya menuliskan artikel klarifikasi ini saya telah Yakin bahwa Tuhan adalah Maha Pengampun mudah-mudahan tulisan ini bisa menjawab kegelisahan yang melilit selama ini.

Salam AMADA

My Great Web page
#